Web Analytics

Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Table 2 Distribusi Sikap Ibu, Dukungan Keluarga, dan Pola Asuh dengan Kunjungan Anak Balita Usia 12-59 Bulan Ke Posyandu
Original Article
Published: 2026-01-22

The Relationship Between Maternal Attitude, Family Support, and Parenting Patterns with the Frequency of Posyandu Visits Among Children Aged 12–59 Months

Program Studi Diploma Tiga Gizi, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Kendari
Program Studi Diploma Tiga Gizi, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Kendari
Program Studi Diploma Tiga Gizi, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Kendari
Toddlers Mothers of toddlers Maternal attitude Family support Parenting style of mothers of toddlers

Abstract

Introduction and Methods

Toddlers’ visits to Posyandu (Integrated Health Service Posts) refer to the attendance of children under five years of age to obtain health services such as weight measurement, immunization, and growth and development monitoring. Optimal Posyandu attendance is defined as regular visits conducted once a month during the first five years of life. This study aimed to identify factors associated with the level of toddlers’ visits to Posyandu.

This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach and was conducted from February to March 2022 in the working area of Punggaluku Community Health Center, Laeya District, South Konawe Regency. A total of 94 mothers of toddlers were included as respondents, selected using random sampling techniques. Data analysis was performed using the Chi-square statistical test.

Results

The results showed that most mothers had poor attitudes toward Posyandu attendance (40.4%), insufficient family support (37.2%), and good parenting patterns (7.4%). There was a significant association between maternal attitude and Posyandu visits among toddlers aged 12–59 months (p-value = 0.007), as well as between family support and Posyandu visits (p-value = 0.014). However, no significant association was found between parenting patterns and Posyandu visits among toddlers aged 12–59 months (p-value = 0.759).

Conclusion and Recommendations

Maternal attitude and family support were significantly associated with Posyandu visits among toddlers aged 12–59 months. Therefore, mothers of toddlers are encouraged to improve their activeness and develop positive attitudes toward Posyandu, as well as to seek and strengthen family support, so that routine and sustainable Posyandu attendance can be achieved.

Contribution to the Sustainable Development Goals (SDGs)

This study contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 3, which aims to ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Specifically, it supports Target 3.2, which seeks to end preventable deaths of newborns and children under five years of age through the strengthening of basic health services. By identifying factors associated with toddlers’ visits to Posyandu, such as maternal attitude and family support, this study provides evidence to reinforce the role of Posyandu as a community-based health service in monitoring child growth and development. Increased Posyandu attendance is expected to support early detection of nutritional and health problems, thereby contributing to the reduction of morbidity and mortality among toddlers and to sustainable improvements in child health outcomes.

Penulis koresponden: Kameriah Gani (kameriahgani@gmail.com)

Pendahuluan

Pemantauan tumbuh kembang Balita merupakan upaya yang harus dilakukan secara berkelanjutan agar diperoleh upaya maksimal dalam memenuhi indikator pertumbuhan dan perkembangan yang baik (1). Pemantauan ini pada level komunitas dilakukan di Posyandu dengan kunjungan Balita untuk memperoleh pelayanan penimbangan berat badan, imunisasi, dan pemberian vitamin (2). Frekuensi kunjungan ini adalah satu kali per bulan selama lima tahun, dengan kunjungan minimal 8 kali dalam satu tahun (2).

Secara nasional cakupan kunjungan Posyandu masih di bawah target. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2022 persentase secara nasional 48,4% dari target 75%, dan di Sulawesi Tenggara, cakupan ini lebih rendah lagi yaitu 23,5% (3). Masih rendahnya kunjungan dan partisipasi masyarakat ini pada pelayanan Posyandu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Penelitian Asniah mengkonfirmasi bahwa terdapat hubungan antara pola asuh, dan keaktifan kunjungan Balita ke Posyandu dengan status gizi anak (4). Kunjungan Balita ke Posyandu tampaknya bergantung pada aspek keluarga Balita. Bagaimana asuhan ibu dapat ditentukan oleh pengetahuan dan sikapnya terhadap kesehatan Balita. Penelitian Sari & Setianingsih menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap ibu berhubungan dengan kunjungan ibu Balita ke Posyandu (5).

Berdasarkan data terdahulu bahwa cakupan penimbangan balita di Posyandu (D/S) di wilayah kerja Puskesmas Punggaluku, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2020 menunjukkan realisasi yang masih di bawah SPM (6). Rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu menjadi isu penting yang masih memerlukan kajian terutama di daerah Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap ibu, dukungan keluarga, dan pola asuh dengan tingkat kunjungan Balita ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Punggaluku, Kecamatan Laeya.

Metode

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study untuk mengetahui hubungan antara variabel sikap ibu, dukungan keluarga, dan pola asuh Balita dengan tingkat kunjungan Balita ke Posyandu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2022 di wilayah kerja Puskesmas Punggaluku Kecamatan Laeya. Variabel bebas terdiri dari 1) sikap ibu, 2) dukungan keluarga, 3) pola asuh, dan variabel terikat adalah tingkat kunjungan anak balita usia 12–59 bulan ke posyandu.

Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 1–5 tahun yang datang ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Punggaluku dengan total jumlah balita sebanyak 1.811 anak. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional random sampling pada setiap kelurahan/desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Punggaluku. Sedangkan sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki Balita usia 12–59 bulan. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus sampel proporsional dari total populasi yaitu rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga total sampelnya sebanyak 94 orang dari total populasi 1,811.

Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan memiliki nilai r hitung > r tabel (0,361), sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menghasilkan nilai 0,82, dengan reliabilitas sangat baik. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden serta variabel-variabel penelitian yang relevan. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden serta variabel-variabel penelitian yang relevan.

Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi tiap variabel, dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Hasil

Variabel Frekuensi (n=94) Persentase (100%)
Jenis Kelamin Balita
Laki-laki 43 45,7%
Perempuan 51 54,3%
Pendidik Ibu
SD 1 1,1%
SMP 24 25,5%
SMA 63 67,0%
Sarjana 6 6,4%
Pekerjaan Ibu
IRT 89 94,7%
PNS 5 5,3%
Sikap Ibu
Baik 39 41,5%
Kurang 55 58,5%
Dukungan Keluarga
Baik 34 36,2%
Kurang 60 63,8%
Pola Asuh
Baik 21 22,3%
Kurang 73 77,7%
Kunjungan Balita ke Posyandu
Cukup 34 36,2%
Kurang 60 63,8%
Table 1. Distribusi Frekuensi Responden

Sebagian besar Balita dengan jenis kelamin perempuan (54,3%), dengan mayoritas ibu balita berpendidikan SMA (67,0%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (94,7%). Sikap ibu terhadap kunjungan Posyandu cenderung kurang baik (58,5%), demikian pula dengan dukungan keluarga terhadap kunjungan Posyandu pada kategori (63,8%).Sementara itu, pola asuh ibu Balita masih pada kategori pola asuh kurang (77,7%). Berdasarkan pada tabel 1 juga diketahui bahwa mayoritas ibu Balita dalam melakukan kunjungan Balita ke Posyandu pada kategori kurang (63,8%).

Variabel

Kunjungan Balita Ke Posyandu

Total

p value

Baik

Kurang

N

%

N

%

N

%

Sikap Ibu

Baik

17

43,6

22

56,4

39

100

0,007

Kurang

17

30,9

38

69,1

55

100

Dukungan Keluarga

Baik

9

26,5

25

73,5

34

100

0,014

Kurang

25

41,7

35

58,3

60

100

Pola Asuh

Baik

7

7,4

14

14,9

21

100

0,759

Kurang

27

28,7

46

48,9

73

100

Table 2. Distribusi Sikap Ibu, Dukungan Keluarga, dan Pola Asuh dengan Kunjungan Anak Balita Usia 12-59 Bulan Ke Posyandu

Berdasarkan hasil uji statistik bahwa proporsi kunjungan Balita ke Posyandu yang kurang lebih tinggi pada ibu dengan kategori sikap kurang (69,1%) dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap pada kategori baik (56,4%). Pada faktor dukungan keluarga, di mana Balita dari keluarga dengan dukungan rendah memiliki proporsi kunjungan yang kurang lebih tinggi (58,3%) dibandingkan dengan keluarga yang memiliki dukungan baik (73,5%). Sementara itu, mayoritas pola asuh Balita pada ketegori kurang (28,7%) dengan kunjungan Balita ke Posyandu pada proporsi kurang (48,9%).

Hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p 0,007 (sikap ibu), dan nilai p 0,014 (dukungan keluarga) sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap ibu dan dukungan keluarga berhubungan dengan kunjungan Balita ke Posyandu. Namun variabel pola asuh Balita dengan nilai p 0,759 yang menunjukkan bahwa pola asuh bukan faktor yang berhubungan dengan kunjungan Balita ke Posyandu.

Pembahasan

Sikap Ibu

Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu dan kunjungan balita ke posyandu. Penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Witia di wilayah kerja Puskesmas Lokpaikat yang menemukan adanya hubungan antara pengetahuan, dan sikap ibu dengan kunjungan ibu Balita ke Posyandu (7). Sikap positif ibu merupakan salah satu pendorong keikutsertaan pada kegiatan Posyandu. Sikap positif ibu adalah salah satu landasan terhadap kesadaran tentang manfaat posyandu dan bagaimana pentingnya pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, dan hal ini harus direspons dengan baik oleh tenaga kesehatan di Puskesmas (8).

Kajian sebelumnya menguatkan temuan ini. Apriliana menyatakan bahwa ibu yang memiliki sikap positif terhadap pelayanan kesehatan anak menunjukkan tingkat partisipasi Posyandu lebih tinggi dibandingkan ibu yang bersikap pasif (9). Irasantaliana et al. juga menemukan bahwa sikap berhubungan dengan pemanfaatan layanan preventif karena memengaruhi cara ibu mengambil keputusan terkait kesehatan anak (10). Sehingga sikap ibu dapat dikatakan adalah merupakan determinan dalam kunjungan Balita ke Posyandu.

Intervensi berbasis edukasi kesehatan berperan penting untuk membentuk sikap positif ibu. Upaya ini dapat dilakukan melalui penyuluhan, konseling personal, maupun media edukasi berbasis komunitas yang memberikan pengetahuan serta meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memanfaatkan posyandu (11,12). Subjek edukasi ini juga dapat diberikan kepada para kader Posyandu (13).

Dukungan Keluarga

Penelitian ini menemukan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan balita ke Posyandu. Temuan ini sesuai dengan penelitian Fatmawati et al. yang menjelaskan bahwa ibu dengan dukungan keluarga lebih cenderung melakukan kunjungan posyandu secara teratur dibandingkan ibu yang tidak mendapat dukungan (14). Dukungan keluarga tersebut yang diketahui merupakan keterlibatan suami, orang tua, maupun anggota keluarga lain dapat menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan kepatuhan ibu terhadap pemanfaatan kunjungan Balita ke Posyandu (15).

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan angka kunjungan balita ke Posyandu. Hasil penelitian Munawarah memperlihatkan bahwa ketika partisipasi masyarakat terhadap Puskesmas itu baik, maka kunjungan ibu di Puskesmas juga baik (16). Penelitian Dewi menyatakan bahwa bentuk dukungan kepada Ibu dapat berupa dukungan emosional, instrumental, penghargaan, dan informasi (17) yang menjadi sangat penting, karena keluarga merupakan unit sosial terdekat yang dapat mempengaruhi perilaku ibu. Adanya dukungan tersebut dapat meningkatkan atensi ibu dalam menjalankan tanggung jawab pemeliharaan kesehatan anak (18). Hasil penelitian dapat diarahkan terhadap perlunya program yang akomodatif dalam upaya melibatkan keluarga secara lebih aktif.

Pola Asuh

Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pola asuh dengan kunjungan balita ke posyandu. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun pola asuh merupakan aspek penting dalam kehidupan anak, faktor tersebut tidak secara langsung menentukan keteraturan kunjungan posyandu. Berdasarkan penelitian Nain yang melakukan eksplorasi terhadap rendahnya kunjungan Posyandu dengan perilaku ibu, yang termasuk dari pola asuh, bahwa media non-formal selain posyandu digunakan oleh ibu sebagai sumber acuan dalam membentuk pola asuh (19).

Dalam perawatan anak, pola asuh sangatlah penting. Pola asuh yang baik dapat mendukung pemenuhan gizi, dan stimulasi tumbuh kembang Balita (20), meskipun tidak langsung mendorong kunjungan posyandu. Sehingga hal ini memerlukan program intervensi kesehatan yang terintegrasi dalam aspek pola asuh dengan pendidikan kesehatan, agar orang tua memahami bahwa pengasuhan optimal dan pemanfaatan layanan kesehatan adalah dua hal yang saling melengkapi (20).

Penelitian ini fokus mengkaji aspek kunjungan Balita ke Posyandu dari sudut pandang ibu dan keluarga: sikap ibu, dukungan keluarga, dan pola asuh. Terdapat faktor lain yang dapat berhubungan dengan tingkat partisiapsi kunjungan ke Posyandu, sebagaimana penelitian Sumiasih & Ulvie (21) bahwa faktor eksternal seperti jarak tempat tinggal ibu ke posyandu, dan mutu pelayanan di Puskesmas dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kunjungan.

Kesimpulan

Sikap ibu dan dukungan keluarga memiliki hubungan dengan kunjungan balita ke Posyandu. Sebagian besar responden menunjukkan sikap dan dukungan keluarga yang kurang, sementara pola asuh tidak berhubungan dengan kunjungan Balita ke Posyandu. Ibu balita diharapkan lebih aktif mengikuti kegiatan Posyandu dengan memanfaatkan berbagai sumber pendukungnya seperti dukungan keluarga, dan membentuk pola asuh yang baik. Edukasi dan pemberdayaan ibu, dan keluarga perlu ditingkatkan untuk membentuk kesadaran terhadap pentingnya pemanfaatan Posyandu. Pada penelitian lanjutan agar mengkaji faktor lain yang berhubungan kunjungan Posyandu.

Sumber Pustaka

1. Taylor M, Tapkigen J, Ali I, Liu Q, Long Q, Nabwera H. The impact of growth monitoring and promotion on health indicators in children under five years of age in low‐ and middle‐income countries. Cochrane Database Syst Rev. 2023 Oct 12;2023(10):CD014785.

2. Kementerian Kesehatan. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2011.

3. Kementerian Kesehatan. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan; 2023.

4. Asniah FN. Hubungan Keaktifan Ibu, dan Pengetahuan Pola Asuh Ibu dalam Posyandu Mempengaruhi Status Gizi Balita. SIMFISIS J Kebidanan Indones. 2024 May 25;3(4):718–26.

5. Sari NA, Setianingsih. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita terhadap Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu di Desa Karangpakel. In: Megatrust Threats and Mitigation. Universitas Muhammadiyah Klaten; 2023. p. 195–200.

6. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan Nomor 440/018.5 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan; 2020.

7. Amalia W. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu (Studi Observasional Analitik pada Wilayah Kerja Puskesmas Lokpaikat, Kabupaten Tapin) [Undergraduate Thesis]. Universitas Lambung Mangkurat; 2020.

8. Rahman T, Freer J, Cordani I, Papasavva M, Dunkel L, Walton R, et al. Parental and healthcare provider attitudes towards the Healthy Child Programme in England: a qualitative analysis. BMC Public Health. 2024 Aug 28;24(1):2342.

9. Apriliana P. Hubungan Sikap Ibu Balita dengan Kepatuhan dalam Program Posyandu Balita di Desa Lajing Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan [Undergraduate thesis]. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura; 2022.

10. Irasantaliana, Carolin P, Frisilia M. Hubungan Sikap Ibu dengan Kepatuhan Kunjungan ke Posyandu Balita di Wilayah Kerja Pustu Bajuh Kecamatan Kapuas Tengah. J Kesehat Saelmakers PERDANA JKSP. 2024 Feb 29;7(1):154–63.

11. Fransisco A, Aisha EE, Lianto A, Sinaga ES. Website “Timbang Yu Bu” Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu dan Kunjungan Posyandu Balita. J Pengabdi Kesehat. 2025 Jan 29;8(1):44–54.

12. Wulandari SR, Winarsih W, Istichomah I. Upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan dan pemeriksaan tumbuh kembang pada balita. J Pengabdi Harapan Ibu JPHI. 2022 Nov 10;4(2):66–72.

13. Roza SH, Afrizal R. Penguatan Kader Posyandu Dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Balita di Masa Pandemi Covid 19. J Public Health Community Serv. 2022 Nov 4;1(2):80–4.

14. Fatmawati I, Astuti AS, Niah NS. Analisis Pengaruh Faktor Kunjungan Balita Ke Posyandu Desa Jenggot. Prima Wiyata Health. 2024 Jan 13;5(1):44–51.

15. Dewi SWR, Rahayu Y, Wildaningsih W. Dukungan Keluarga dan Kunjungan Balita ke Posyandu. 2-TRIK TUNAS-TUNAS Ris Kesehat. 2020 Feb 28;10(1):32–7.

16. Munawarah S. Partisipasi Masyarakat Dalam Program Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu Gampong Blang Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar [Internet] [Master’s thesis]. UIN Ar-Raniry Banda Aceh; 2020 [cited 2025 Sept 6]. Available from: http://library.ac.id

17. Dewi NLCP. Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas III Denpasar Utara [Undergraduate thesis]. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali; 2021.

18. Ho YCL, Mahirah D, Ho CZH, Thumboo J. The role of the family in health promotion: a scoping review of models and mechanisms. Health Promot Int. 2022 Nov 18;37(6):daac119.

19. Nain U. Pelaksanaan Program Posyandu Dan Perilaku Hidup Sehat Ibu Dan Anak Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. J Palangga Praja JPP. 2021 Oct;3(2):19–29.

20. Salis Nur Hidayah -, Ari Yuniastuti -, Asih Kuswardinah FP. Difference of Maternal Parenting Style on Child’s Growth and Motoric Development. Public Health Perspect J. 2019 Dec;4(3):171–8.

21. Sumiasih -, Ulvie YNS. Kajian Tingkat Partisipasi Ibu Balita Di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pros Semin Nas Int [Internet]. 2016 [cited 2025 Sept 6];1(1). Available from: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/2124

Catatan

Catatan Penerbit (Publisher’s Note)

Penerbit PT Karya Inovasi Berkelanjutan menyatakan tetap netral sehubungan dengan buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun. (The publisher of PT Karya Inovasi Berkelanjutan states that it remains neutral with respect to the published ideas and from any institutional affiliation).

Review Editor/Peer Reviewer

Inda Corniawati, SST., M.Keb (Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, Indonesia).

Pendanaan (Funding)

Swadana (None).

Pernyataan Konflik Kepentingan (Statement of Conflict of Interest)

Penulis menyatakan tidak terdapat konflik kepentingan dengan pihak manapun. (The authors stated that there was no conflict of interest with any party).

Hak Cipta 2025 Gani et al. Artikel yang diterbitkan mendapatkan lisensi Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0), sehingga siapapun dan di manapun memiliki kesempatan yang sama untuk menggali khazanah ilmu pengetahuan dan meningkatkan kesempatan terhadap diskusi ilmiah. (Copyright of Gani et al. This is an open access article distributed under the terms of the Attribution-ShareAlike 4.0 International license (CC BY-SA 4.0), thus anyone, anywhere has the same opportunity to explore the knowledge and enhance opportunities for scientific discussion).

Metrics

Metrics Loading ...

How to Cite

Gani, K., Sudarsono, I. M. R., & Hasna, H. (2026). The Relationship Between Maternal Attitude, Family Support, and Parenting Patterns with the Frequency of Posyandu Visits Among Children Aged 12–59 Months. Kisi Berkelanjutan: Sains Medis Dan Kesehatan, 2(2), e44. Retrieved from https://kisiberkelanjutan.com/index.php/smk/article/view/44 (Original work published June 11, 2025)