This is an outdated version published on 2024-12-20. Read the most recent version.

Frekuensi Seksual Berisiko pada Ibu Hamil Meningkatkan Risiko Abortus: Penelitian Observasional

Authors

  • Nasrawati Nasrawati Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari
    • Hendra Yulita Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari https://orcid.org/0009-0006-6835-3322
      • Sitti Aisa Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari

        Keywords:

        Frekuensi seksual berisiko, Ibu hamil, Risiko abortus

        Abstract

        Frekwensi seksual merupakan salah satu kebutuhan bagi pasangan suami istri pada awal pernikahan dan mempengaruhi kesehatan seksual pada awal kehamilan seorang ibu. Alasan terbesar untuk penurunan hubungan seksual pada trimester pertama adalah ketakutan akan aborsi (39,45%). Abortus dapat terjadi bila frekwensi seksual tidak terkontrol, dari permasalahan tersebut peneliti akan  menganalisis hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah. Dengan desain penelitian yang digunakan ialah observasional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang mengalami abortus dan tidak mengalami abortus yang berjumlah 112 orang Perbandingan sampel kasus kontrol 1:1 (56:56). Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengisian. Analisis data mengunakan uji chi square dan OR. Hasil Penelitian: Dari 126 ibu hamil, jumlah kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit RSUD Kardinah Tegal sebanyak 56 orang (44,4%). Dari 112 ibu hamil, frekwensi seksual pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal dalam kategori tidak berisiko sebanyak 73 ibu hamil (65,2%). disimpulkan bahwa ada hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal tahun 2023  (X2=28,679; pvalue=0,000). Ibu hamil yang frekwensi seksualnya dalam kategori berisiko akan berisiko 11,96 kali mengalami abortus dibandingkan ibu yang frekwensi seksualnya tidak berisiko (OR=11,96; 95%CI= 4,397-32,509).

        Published

        2024-12-20

        Versions

        How to Cite

        Frekuensi Seksual Berisiko pada Ibu Hamil Meningkatkan Risiko Abortus: Penelitian Observasional . (2024). Kisi Berkelanjutan: Sains Medis Dan Kesehatan, 1(4). https://kisiberkelanjutan.com/index.php/smk/article/view/30

        Similar Articles

        1-10 of 31

        You may also start an advanced similarity search for this article.

        Most read articles by the same author(s)