This is an outdated version published on 2025-02-23. Read the most recent version.

Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Resiliensi Penderita TB Paru

Authors

  • Erlina Fazriana Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
    • Randika Septembo Matrof Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
      • Usan Daryaman Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada
        • Fitri Sesilia Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung

          Keywords:

          Family social support, Resilience, Pulmonary TB

          Abstract

          Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Indonesia masih menempati urutan kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia pada tahun 2023 yang lalu mencapai sekitar 1.060.000 kasus. Pasien TB paru mengalami tanda dan gejala seperti batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Selain masalah fisiologis, juga terdapat masalah psikologis pada pasien TB paru seperti cemas penyakitnya menular pada orang lain, sikap pasif, merasa rendah diri, penerimaan diri rendah. Kemampuan seseorang untuk berkembang dalam upaya menghadapi kesulitan atau permasalahan hidupnya disebut sebagai resiliensi atau ketahanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi  resiliensi adalah dukungan sosial keluarga.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan  resiliensi penderita TB paru di wilayah Puskesmas Garuda Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional, sampel 65 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan sosial keluarga dan kuesioner  resiliensi pasien TB Paru. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46 orang (70,8%) memperoleh dukungan keluarga yang baik. Sebanyak 38 orang (58,5%) memiliki  resiliensi yang tinggi. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan  resiliensi penderita TB paru di Puskesmas Garuda Bandung dengan p value 0,000. Simpulan dalam penelitian ini menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial keluarga maka semakin tinggi pula  resiliensi penderita TB, maka perawat diharapkan memotivasi keluarga dalam mendukung pasien TB Paru.

          Published

          2025-02-23

          Versions

          How to Cite

          Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Resiliensi Penderita TB Paru. (2025). Kisi Berkelanjutan: Sains Medis Dan Kesehatan, 2(1), e38. https://kisiberkelanjutan.com/index.php/smk/article/view/38

          Similar Articles

          1-10 of 26

          You may also start an advanced similarity search for this article.

          Most read articles by the same author(s)