Abstract
Latar Belakang dan Tujuan
Cakupan kunjungan antenatal pertama (K1) merupakan indikator krusial dalam asuhan kebidanan untuk memastikan deteksi dini risiko kehamilan. Upaya ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Data Riskesdas 2018 menunjukkan cakupan K1 rata-rata nasional berada di angka 96,1%, namun retensi pada K4 menurun menjadi 74,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa pelayanan antenatal secara nasional masih memerlukan optimalisasi agar sejalan dengan target Rencana Strategis (Renstra) dan RPJMN 2020-2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K1 pada ibu hamil di Puskesmas Dulukapa.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 130 ibu hamil, dengan penarikan sampel sebanyak 38 responden. Analisis data untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji statistik bivariat Chi-square.
Hasil
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kunjungan K1. Faktor-faktor tersebut meliputi: tingkat pengetahuan (p = 0,011), sikap ibu hamil (p = 0,011), dukungan suami (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,016), serta persepsi terhadap sikap petugas kesehatan (p = 0,011), di mana seluruh nilai p-value < 0,05.
Kesimpulan
Faktor internal (pengetahuan dan sikap) maupun faktor eksternal (dukungan keluarga, suami, dan petugas kesehatan) memiliki keterkaitan yang kuat terhadap kepatuhan kunjungan K1. Oleh karena itu, pendekatan promosi kesehatan harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan keluarga inti serta meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.