Abstract
Pendahuluan
Pemberian ASI sejak dini merupakan langkah esensial dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bayi. Namun, pelaksanaannya kerap bersinggungan dengan nilai sosial budaya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosial budaya masyarakat dengan praktik pemberian ASI sejak dini pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Asparaga, Kabupaten Gorontalo tahun 2017.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional melalui pendekatan survei analitik. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Asparaga. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling dengan melibatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner berskala dikotomi untuk mengukur variabel sosial budaya (kategori: setuju dan tidak setuju) serta praktik pemberian ASI dini (kategori: diberikan dan tidak diberikan). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat Chi-Square.
Hasil
Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,03 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara faktor sosial budaya dengan praktik pemberian ASI sejak dini di wilayah kerja Puskesmas Asparaga.
Kesimpulan
Sosial budaya masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan keputusan ibu dalam memberikan ASI sejak dini. Oleh karena itu, pendekatan promosi kesehatan perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal guna mengoptimalkan capaian kesehatan ibu dan anak.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2024 Fatmah Zakaria, Ema Nini Ismail, Dwi Nur Octaviani Katili