Abstract
Latar Belakang dan Tujuan
Masa nifas pasca-operasi sectio caesarea (SC) rentan memicu kecemasan pada ibu, yang utamanya diakibatkan oleh nyeri luka insisi. Tata laksana kecemasan ibu nifas merupakan bagian integral dari pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan ibu. Salah satu intervensi asuhan nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi kecemasan adalah aromaterapi lavender yang mengandung senyawa linalool dan linalyl acetate. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu post sectio caesarea.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif naratif melalui pendekatan tinjauan pustaka (literature review). Penelusuran artikel dilakukan menggunakan basis data akademik, meliputi Google Scholar, Garuda, Indonesia OneSearch, dan PubMed, serta penelusuran buku teks pendukung. Kriteria inklusi mencakup literatur nasional maupun internasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2020 dan relevan dengan fokus studi.
Hasil
Hasil telaah terhadap 6 artikel jurnal dan 1 buku referensi mengindikasikan bahwa pemberian aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan responden. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbaikan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada studi-studi primer yang diulas.
Kesimpulan
Aromaterapi lavender dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif asuhan kebidanan nonfarmakologis yang efektif untuk meminimalkan kecemasan pada ibu post sectio caesarea.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.