Abstract
Latar Belakang dan Tujuan
Perawatan tali pusat yang tepat sangat esensial untuk mencegah infeksi neonatal, sejalan dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 dalam menjamin kehidupan yang sehat dan menurunkan Angka Kematian Neonatal (AKN). Perawatan tali pusat terbuka dikenal sebagai teknik yang baik untuk mempercepat proses pengeringan dan lepasnya (puput) tali pusat dari umbilikus bayi dibandingkan metode tertutup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode perawatan tali pusat terbuka dan tertutup terhadap waktu puput tali pusat pada bayi baru lahir di RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain kuasi eksperimen (quasi-experiment) dengan pendekatan perbandingan dua kelompok (two-group comparison). Penelitian dilaksanakan pada 7 hingga 31 Agustus 2017. Sampel penelitian terdiri dari 34 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang diukur berdasarkan paparan perawatan terbuka dan perawatan tertutup. Analisis data untuk melihat perbedaan waktu puput tali pusat antara kedua metode tersebut dilakukan menggunakan uji statistik Independent Samples T-Test.
Hasil
Hasil uji statistik Independent Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti terdapat pengaruh dan perbedaan waktu yang signifikan antara metode perawatan tali pusat terbuka dan tertutup terhadap waktu puput tali pusat bayi baru lahir.
Kesimpulan
Metode perawatan tali pusat terbuka terbukti secara signifikan memengaruhi percepatan waktu puput tali pusat dibandingkan metode tertutup. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk memprioritaskan penerapan asuhan perawatan terbuka pada neonatus guna meminimalisir risiko infeksi umbilikus.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.